'为了纪念,保持我':Lebih dari sekedar potongan kain

2019
05/22
04:13

金沙城娱乐网站/ 国际/ '为了纪念,保持我':Lebih dari sekedar potongan kain

2017年3月16日下午4:56发布
2017年3月19日上午11:27更新

Ke-31 kain dan pakaian yang dipamerkan dalam'For Keepsake,Keep Me'yang dikurasi oleh Ika Vantiani。 Pameran ini menjadi bagian dari program'IKAT / eCUT'oleh Goethe-Institut Indonesien。 Foto oleh Nadia Vetta Hamid / Rappler

Ke-31 kain dan pakaian yang dipamerkan dalam'For Keepsake,Keep Me'yang dikurasi oleh Ika Vantiani。 Pameran ini menjadi bagian dari program'IKAT / eCUT'oleh Goethe-Institut Indonesien。 Foto oleh Nadia Vetta Hamid / Rappler

Sehelai kain atau sepotong pakaian mungkin tak begitu berarti di mata seseorang。 Namun bagi orang lain,mengandung berjuta cerita dan kenangan di dalamnya。

Setidaknya itulah hal yang ingin dikatakan oleh Ika Vantiani,kurator pameran For Keepsake,Keep Me(Sebagai kenang-kenangan,Simpanlah Aku) yang menjadi bagian dari program IKAT / eCUT oleh Goethe-Institut Indonesien。

Dikutip dari situs resminya, IKAT / eCUT adalah program Goethe-Institut untuk menggali masa lampau,masa kini dan masa depan tekstil di Asia Tenggara,Australia dan Selandia Baru(serta Jerman)。 Sub-programnya berusaha memahami potensi budaya tekstil dalam beragam bidang,dari seni hingga desain,dari tradisi hingga teknologi。

Dalam budaya 快时尚, di mana kita jadi mudah sekali buang-buang pakaian,kebiasaan menyimpan kain ini jadi menarik。 快速时尚 juga mengubah kain dan tekstil menjadi sesuatu yang tak hanya dapat dipakai,namun juga terjangkau dan bersifat musiman。

Lewat pameran ini,Ika ingin merayakan kebiasaan menyimpan kain。 “杨menarik adalah bagaimana sebuah kain atau tekstil yang awalnya kita beli karena warnanya,modelnya,atau merknya。 Hingga kemudian suatu hal terjadi,di mana kain itu berperan di dalamnya hingga kita memutuskan bahwa kain ini layak disimpan,“kata Ika。

Rappler Indonesia(@rapplerid)分享的帖子

Tindakan 时尚 yang kita lakukan,seperti menyimpan sepotong kain atau pakaian,adalah media yang membantu memelihara momen dari masa lalu。 Sesuatu yang disimpan,atau dibawa ke manapun kita pergi membuat perasaan tenang atau nyaman bagi si pemakainya。 Ika juga menambahkan bahwa hal-hal mengenai kain tersebut jadi tidak berpengaruh,karena cerita yang dilalui bersama kain tersebut,“Menarik karena ada pergeseran nilai dan perspektif oleh pemakainya。”

Untuk pameran ini,Ika membuka open submission bagi masyarakat Jakarta yang menghasilkan ke-31 kain dan pakaian,semuanya berasal dari Jakarta。 Bukan hanya kainnya杨bervariasi,tapi juga cerita dan perasaan di baliknya。

Rappler Indonesia(@rapplerid)分享的帖子

Sebagai kurator,Ika memiliki beberapa pertimbangan dalam memilih ke-31 kain tersebut。 Ia memilih kondisi kain yang disimpan dari dulu sampai sekarang tidak berubah。 “Misalnya,tidak ditambahkan ornamen lain,atau kalau dari dulu 整体 ,sampai sekarang juga 整体,” jelas Ika。

Segala jenis kain terpajang:Mulai dari selendang,kaus,kain蜡染,sarung bantal,hingga perban dengan beragam cerita di baliknya。

Kaus乐队Rolling Stones diturunkan dari bapak ke anaknya,ada juga kaus自杀倾向yang dihadiahi kepada adiknya。 Ada juga seorang 平面设计师 yang setiap melihat kaus yang ia desain sendiri,selalu merasa diingatkan,“Jangan menggambar sambil mabuk”。

Ada juga yang menyumbangkan sebuah dress yang pemakainya selalu merasa potongannya,coraknya kurang pas,dan ia hanya memakainya dua kali:Sesaat setelah membelinya,dan ketika mengantar ibunya pergi untuk selamanya。

Sebuah selimut dari kain perca mengingatkan si pemakainya kepada mbak putri, ada juga kain bermotif peta kota Berlin yang mengingatkan pada musim panas yang terik di bulan Juli 2015.Sehelai perban menutup dada si pemakai usai operasi tumor payudara ketika ia masih SMA。

Kain蜡染Garutan主题'Jago Sauwit'dari tahun 1967 ini diwariskan turun-temurun kepada anggota keluarga perempuan untuk menjadi penutup jenazah。 Foto oleh Nadia Vetta Hamid / Rappler

Kain蜡染Garutan主题'Jago Sauwit'dari tahun 1967 ini diwariskan turun-temurun kepada anggota keluarga perempuan untuk menjadi penutup jenazah。 Foto oleh Nadia Vetta Hamid / Rappler

Ada dua kain yang sangat berkesan untuk Ika。 Pertama,sebuah kain蜡染Garutan主题Jago Sauwit yang berasal dari tahun 1967. Menurut tradisi,kain ini diwariskan turun-temurun dari nenek moyang pemakai yang merupakan keturunan priyayi Pajajaran。 Kain ini hanya diwariskan kepada anggota keluarga perempuan untuk menjadi penutup jenazah。

Kain stagen yang menjadi pengingat si pemakai akan mempelai pria yang membatalkan pernikahan mereka。 Foto oleh Nadia Vetta Hamid / Rappler

Kain stagen yang menjadi pengingat si pemakai akan mempelai pria yang membatalkan pernikahan mereka。 Foto oleh Nadia Vetta Hamid / Rappler

Satu lagi,sebuah kain stagen berwarna biru tua yang menjadi memori yang tersisa dari hari pernikahan si pemakai。 Di hari yang harusnya spesial itu,di mana ia seharusnya mengikat janji setia dengan pria yang dicintainya。 mempelai pria itu mendadak membatalkan pernikahan mereka。

Pameran For Keepsake,Keep Me berlangsung dari tanggal 15 hingga 26 Maret 2017,pukul 09.00-17.00 WIB setiap harinya di GoetheHaus,Jl。 Sam Ratulangi No. 9-15 Menteng,Jakarta Pusat。 Untuk informasi lebih lanjut mengenai pameran lainnya dalam program IKAT / eCUT, kunjungi 。 - Rappler.com

免责声明:本文来自金沙城娱乐网站新闻客户端自媒体,不代表金沙城娱乐网站的观点和立场。